4 tahun telah

4 tahun telah kita lalui. Suka duka kita jalani bersama. Masih ingatkah kau saat kita berkeliling kota, waktu itu hujan lebat turun tiba-tiba tapi kita tidak mengeluh, dengan adanya kau disampingku, aku yakin hujanpun tak masalah.

Masih ingatkah kau setiap hari kita bersama pergi kekampus. Kau setia menunggu saat ku terlambat pulang. Bukan… bukan ku tak ingat kau menungguku diluar sana, tapi pak dosen galak sekali, kami belum boleh pulang sebelum waktu habis, maafkan aku ya.

Masih ingatkah saat kita bersama-sama mengospek mahasiswa baru? Dimana waktu itu para mahasiswa baru terserang wabah diare karena tidak cocok dengan makanan yang disajikan?? Ditengah malam buta kita menerobos sunyinya jalan, hanya mencari apotek terdekat untuk membeli obat.

Juga masih ingatkah kau, saat kita bersama-sama mengadakan pelatihan di perkemahan mandiangin? Yaa.. hehehe.. saat-saat kita disibukkan karena ada kerasukan masal. Ditengah malam buta, kau dengan beraninya membelah seramnya hutan, menuju perkampungan terdekat untuk mencari bantuan.

Juga masih ingatkah kau, saat kita mengejar lajunya truk dijalan itu. Sebuah truk yang kita kejar karena ada yang tertinggal. Ahahaha… jika diingat-ingat kejadian itu sangatlah lucu.

Disaat hari hujan ingatkah kau kalau kita berdua pernah tergelincir di jalan? Yaa.. waktu itu hujan lebat, akupun berkendara layaknya rossi kesiangan, ku pacu kecepatan, dan di tikungan itu aku tidak sadar jika jalanan tergenang dengan air. Dengan kecepatan yang kencang dan ban tidak sesuai, kita tergelincir bersama. Kita pun berkenalan dengan aspal, tidak pernah sebegitu dekatnya dengan aspal. Maafkan aku telah membuat kulitmu tidak mulus lagi.

semoga kau bahagia disana

semoga kau bahagia disana

Dan masih marahkah kau saat hatiku berpaling kepada yang lain? Maafkan aku karena telah membiarkanmu. Kepanasan dan kehujanan disudut sana. Maafkan.. maafkan… bukan maksud ku telah melupakanmu, tapi godaannya sangat hebat, dia begitu cantik dan berlari sangat kencang, dan akupun berpaling hati untuk sesaat walau akhirnya ku kembali ke dirimu, karena dia sangatlah rakus meminum bensin.

4 tahun kita lalui bersama. Dan hari ini maafkan aku karena harus menjualmu. Semoga kamu bahagia dengan pemilik barumu, dan restui aku dengan yang baru. Selamat tinggal sepeda motor ku.

12 thoughts on “4 tahun telah

  1. cie..punya motor baru nich..he..he..
    Selamat menjalani hidup baru dengan motor baru…!!!

  2. jadi inget kenangan indah bareng si cemong (motor gw yg sama persis seperti itu, tp warnanya item).. tp skrg dia udah inalillahi gara2 si borju inova.. huuffh..

    mudah2an langgeng dan cpt dpt momongan sama yg baru ini ya, Ga..!! hehe

  3. wah.. asik banget punya yang baru… aku kapan ya… law diingat2 sama tuh udah 4 tahun ma punya ku… hehehe… tapi lum bisa punya yang baru…

  4. TY regarding blog this, it absolutely was extremely useful as well as helped some sort of lot… Superb topic, did you earning it all all by yourself? Looks outstanding! Facinating posting to check out this particular amazing site. Under no circumstances publish any acknowledgement however i just now didn’t reject ..

Leave a Reply

Your email address will not be published.