Usiaku enam hari
Enam hari yang menakjubkan: Tuhan bermain ruang
waktu di tangannya, bisa kau bayangkan?

Hari pertama cahaya maha cahaya
Cahaya maha cahaya tak bisa dikisahkan
Bisa, mungkin. Tapi kita ini dungu
Ilmu kita tingkat serdadu

Hari kedua kegelapan tiada tara
Beberapa kata mulai bisa mengucap, karena
rahasia mulai berlaku di depanmu sebagai rahasia

Hari ketiga kau adalah kau, aku masih aku
Baru kelak tuhan, semua kita nangis cengeng
Kita melempari galaksi supaya bintang runtuh, kita
mengais-ngais bumi mencari emas permata untuk
kita kunyah-kunyah demi mengisi hari dengan ketololan

Di hari keempat engkau adalah dunia ini
Kalau kau gembira bukanlah kau yang bergembira
sebab sesungguhnya tak kau perlukan kegembiraan
Kalau kau bersedih kehidupanlah yang bersedih
sebab kesedihan tak sanggup menyentuh jiwamu
Kau tak membutuhkan suka duka, harta atau
kepapaan, kau tak terikat oleh penjara atau
kemerdekaan, kau lebih perkasa dari ketakutan
atau keberanian, kau lebih tinggi dari derajat
kehinaan, kau lebih besar dari kehidupan atau maut

Di manakan engkau bersemayam kiranya?
Hari keempat telah senja dan fajar hari kelima
mulai menyiapkan pemenuhan janjinya

Hari kelima gelap gulita
Hari di mana engkau sirna, di mana engkau tak engkau
Hari yang menjelmakan kembali cahaya
Menyatu ke hari keenam cahaya maha cahaya

16 Responses to “Cahaya Maha Cahaya”

  1. Wawan says:

    menggambarkan Indonesia dari sebelum merdeka hingga sekarang

  2. wow keren sekali nih, ungkapan hati yang dalem buanget

  3. Zian X-Fly says:

    Kada paham maksudnya nah.

  4. ipmaba says:

    “Cahaya Illahi yang menerangi langit, bumu dan isi dari keduanya bagaikan pelita yang diletakkan didalam lubang tembok yang taakan tertembus angin untuk memadamkannya … ”

    Mkasih udh berkunjung & salam hangat dr kwn2 di Yogyakarta.

    Wassalam,

  5. Wah,, sebuah puisi atau sajak yang menceritakan sesuatu, ntah apa itu? Tapi aq memang tak tau, sebuah karya yang keren, sep…

  6. Andre says:

    wah..bisa juga bikin puisi!! salut! :)

  7. reza says:

    kenapa mati lampu ya disana??? nyalain lilin aja

  8. syafwan says:

    Saya coba menebak; Ini fase-fase kehidupan manusia ya.
    Lahir, anak-anak, remaja, dewasa, tua, mati, hisab.

  9. manusiahero says:

    apapun pasti kembali kepada – NYA

  10. snepylone says:

    terlalu tinggi bahasanya.. hehe ga ngerti ah
    angga kaya org lg jatuh cinta deh.. hehe

  11. yatie says:

    kayanya bener dch tebakan syafwan..dari cahaya kembali ke cahaya..

  12. Pandu says:

    ooouuuwhhhh…
    so sweet…..

  13. wahyoe says:

    cuma 5 hari aja yach..
    napa gak sampek seminggu ajah tuh :D
    salam kenal mas

  14. cacabi says:

    nyari cahaya!!!

    buka aja jendela nya ato nyalain lampu sekalian biar terang

    hehehehe

  15. alfi says:

    boz nich cerita ap puisi nich…?

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>