Sepintas ku melihatmu

Untuk kau sebuah karya surga
Dengan senyum yang dapat meluluhkan bumi
Yang mewarnai lembaranku

Hari ini sepintas ku melihatmu
Hingga ku dapat merasakan langkahmu
Tapi seperti bayangan
Ada dalam ketiadaan

Tapi disaat itu
Dalam hitungan mikro detik
Ku merasakan keadaan, begitu nyata
Tapi hanya sepintas

About angga

Aku bukan pujangga pelukis kata. menyulap kata menjadi permata. agar menjadi indah untukmu. aku bukan seorang senja. yang memberikan keindahan matahari terbenam. tapi kan hilang ditelan malam. aku bukan bintang. yang menemani malammu. tapi kan tergantikan oleh mentari. ku hanyalah seorang pembawa lilin. yang mencoba menerangi harimu. agar kau bisa terus melangkah.
This entry was posted in Gak Penting and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Sepintas ku melihatmu

  1. nia says:

    ternyata angga puitis juga yaa???

  2. soul says:

    Waduh lagi demam puisi

  3. rika says:

    cie ka angga….

    pengalaman pribadi nieyyy

  4. inge says:

    dipanggil atuh kang biar g berlalu begitu aja..

    atau kalo g brani.. erm.. dicolek aje (lah?)

    aach cinta.. cinta..
    derita na memang tiada akhir na

    *senyum2 ke angga.. trus colek2 sambil nanya.. ‘senyum yg gini kan yg meluluhkan bumi’ :D

  5. sandi says:

    Pantunnya bagus, sayang ada birama yang kurang tepat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>