Serang… serang… rendahin.. rendahin… awas ada balasan… dhuar…. Itulah beberapa bunyi-bunyian yang mendominasi saat festival tanglong di banjarbaru tanggal 20 september kemarin. Bukannya suara akibat kerusuhan, atau tindak asusila, tapi itu suasana saat terjadi perang kembang api.
Yupz.. malam itu aktrasi dua kubu yang dipisahkan oleh jalan raya menjadi sorotan orang-orang yang lewat bahkan polisi. Tidak heran, karena kedua kubu tersebut saling balas-balasan menembakkan kembang api kekerumbunan manusia. Tak ayal kembang api seharga 200rb setiap enam kali meletusnya itu membuat panas suasana.
Aku dan teman-teman awalnya gak pengen ikutan, tapi setelah kecewa dengan aktrasi kembang api yang katanya tahun ini dipersembahkan oleh telkomsel, ternyata tidak Read the rest of this entry »

