Aaaaa….. tidak…siapa yang meninggal… mengapa bisa?? hari itu mendadak seperti baru kejatuhan meteor, hancur lebur dilipat-lipat layaknya origami. Ku pergi mengambil sapu tangan, sebuah sapu tangan yang baru ku beli saat pergi ke pasar malam.
Ku tak tau mengapa mendapat berita mengejutan ini.. dan mengapa harus aku yang mendapat… dari sekian milyar penghuni bumi, mengapa harus aku yang mendapat berita ini.. adil kah ini… aaakkkhhh… ku hanya bisa menarik nafas panjang, mencoba mengatur kembali ritme pernapasan yang seperti suara bajaj rusak. Satu persatu aku lihat langit, para rerumputan bergoyang, dan aku tanyakan, apa maksud dari semua ini.. aahhh.. mereka hanya terdiam, seolah mengejekku dan berkata “emang gue pikirin”
Tapi dalam batinku berkata.. biarlah… biarkan saja.. akan ku bagi Read the rest of this entry »

